Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Coffee

Aku pernah berkata padaNya Bahwa aku ingin melupakan potongan-potongan cerita menyakitkan Yang dia beri paksa padaku. Woshh. Ya aku berhasil melupakannya. Aku menolak Bahkan ketika kamu mempertanyakan keberanianku pada hal-hal itu Pada kenyataan yang agung. Bolehkah aku mengingatkanmu tentang hal lalu Ketika kau tertidur nyenyak selepas tawamu Aku mencari nyenyak pada dinding dingin Aku mencari aman pada kasur yang mati Bukankah kamu pintar berimajinasi? Gunakanlah. Bebaskanlah. Aku hanya memiliki benda tak berhati tak bernyawa Hanya pada mereka yang membalasku dengan tawa sepi dan dingin Bisakah kamu mengerti Kenapa aku lebih nikmat menyesap kopi dinginku. Membiarkan kepulan asapnya Menghilang Terbang Pergi Menjadi tenang. Aman. Iya sayang Denganmu pada waktu kini, aku akan mencoba kembali Meramu kopi hangat di dapur kita Menyesapnya pelan dan tenang Bersama tawa rintik hujan akan semakin menghangatkan.