Langsung ke konten utama

Coffee

Aku pernah berkata padaNya
Bahwa aku ingin melupakan potongan-potongan cerita menyakitkan
Yang dia beri paksa padaku.
Woshh. Ya aku berhasil melupakannya.
Aku menolak
Bahkan ketika kamu mempertanyakan keberanianku pada hal-hal itu
Pada kenyataan yang agung.
Bolehkah aku mengingatkanmu tentang hal lalu
Ketika kau tertidur nyenyak selepas tawamu
Aku mencari nyenyak pada dinding dingin
Aku mencari aman pada kasur yang mati
Bukankah kamu pintar berimajinasi?
Gunakanlah. Bebaskanlah.
Aku hanya memiliki benda tak berhati tak bernyawa
Hanya pada mereka yang membalasku dengan tawa sepi dan dingin
Bisakah kamu mengerti
Kenapa aku lebih nikmat menyesap kopi dinginku.
Membiarkan kepulan asapnya
Menghilang
Terbang
Pergi
Menjadi tenang. Aman.
Iya sayang
Denganmu pada waktu kini, aku akan mencoba kembali
Meramu kopi hangat di dapur kita
Menyesapnya pelan dan tenang
Bersama tawa
rintik hujan akan semakin menghangatkan.

Komentar