gerimis berlarian berkejaran di atas lapis tubuhku meleleh di antara rimbunnya rindu rintik selalu mampu membuatku tertarik paksa tanpa bantahan kembali menyelam ke masa itu matamu yang selalu menancap kuat di ingatanku bisik desah suaramu tak mau beranjak dari ingatanku ada senyum yang tergores dan tentu saja torehan kecewa tak bisa kau tatap terus saja kau menari bahagia di ingatanku menebar senyum memikat menjala ribuan rindu tak berkata ayolah... berhenti bersarang manja di hatiku aku tidak membohongi hatiku tapi garis-garis ini tidak memilih kita untuk mereka ikat jalan ini tidak menuju pada ruang yang terang bukankah sudah kau lihat ego kita terlalu sesat untuk sekedar saling berbagi aku selalu mencintai hujan ini dinginnya selalu tepat dihidangkan dengan kenangan kita aku tidak pernah menolak menari di bawahnya hingga lelah berselimut mimpi d ii a n
ruang kata tentang masa lalu dan impian