gerimis berlarian
berkejaran di atas lapis tubuhku
meleleh di antara rimbunnya rindu
rintik selalu mampu membuatku tertarik paksa
tanpa bantahan kembali menyelam
ke masa itu
matamu yang selalu menancap kuat di ingatanku
bisik desah suaramu tak mau beranjak dari ingatanku
ada senyum yang tergores
dan tentu saja
torehan kecewa tak bisa kau tatap
terus saja kau menari bahagia di ingatanku
menebar senyum memikat
menjala ribuan rindu tak berkata
ayolah...
berhenti bersarang manja di hatiku
aku tidak membohongi hatiku
tapi
garis-garis ini tidak memilih kita untuk mereka ikat
jalan ini tidak menuju pada ruang yang terang
bukankah sudah kau lihat
ego kita terlalu sesat untuk sekedar saling berbagi
aku selalu mencintai hujan ini
dinginnya selalu tepat dihidangkan dengan kenangan kita
aku tidak pernah menolak menari di bawahnya
hingga lelah berselimut mimpi
d ii a n
berkejaran di atas lapis tubuhku
meleleh di antara rimbunnya rindu
rintik selalu mampu membuatku tertarik paksa
tanpa bantahan kembali menyelam
ke masa itu
matamu yang selalu menancap kuat di ingatanku
bisik desah suaramu tak mau beranjak dari ingatanku
ada senyum yang tergores
dan tentu saja
torehan kecewa tak bisa kau tatap
terus saja kau menari bahagia di ingatanku
menebar senyum memikat
menjala ribuan rindu tak berkata
ayolah...
berhenti bersarang manja di hatiku
aku tidak membohongi hatiku
tapi
garis-garis ini tidak memilih kita untuk mereka ikat
jalan ini tidak menuju pada ruang yang terang
bukankah sudah kau lihat
ego kita terlalu sesat untuk sekedar saling berbagi
aku selalu mencintai hujan ini
dinginnya selalu tepat dihidangkan dengan kenangan kita
aku tidak pernah menolak menari di bawahnya
hingga lelah berselimut mimpi
d ii a n
Komentar
Posting Komentar