Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label poetverso

Coffee

Aku pernah berkata padaNya Bahwa aku ingin melupakan potongan-potongan cerita menyakitkan Yang dia beri paksa padaku. Woshh. Ya aku berhasil melupakannya. Aku menolak Bahkan ketika kamu mempertanyakan keberanianku pada hal-hal itu Pada kenyataan yang agung. Bolehkah aku mengingatkanmu tentang hal lalu Ketika kau tertidur nyenyak selepas tawamu Aku mencari nyenyak pada dinding dingin Aku mencari aman pada kasur yang mati Bukankah kamu pintar berimajinasi? Gunakanlah. Bebaskanlah. Aku hanya memiliki benda tak berhati tak bernyawa Hanya pada mereka yang membalasku dengan tawa sepi dan dingin Bisakah kamu mengerti Kenapa aku lebih nikmat menyesap kopi dinginku. Membiarkan kepulan asapnya Menghilang Terbang Pergi Menjadi tenang. Aman. Iya sayang Denganmu pada waktu kini, aku akan mencoba kembali Meramu kopi hangat di dapur kita Menyesapnya pelan dan tenang Bersama tawa rintik hujan akan semakin menghangatkan.

K i t a

Kemarin, di depanku Kamu kembali bertanya Apakah aku menyayangimu? Apakah aku mencintaimu? Aku tak menemukan kata balasannya Dan aku memelukmu. Berharap kamu mengerti jawabku. Aku tak ingin kata cinta membatasi perasaan kita Aku tidak ingin kata cinta menguasai kemudian membuat aku dan kamu lupa tentang kita Aku tidak ingin lagi kata cinta Menjauhkan aku dan kamu Membuatnya berjarak dan meninggalkan Kemudian Apakah ini yang kau sebut cinta? Jika aku tidak ragu menitipkan mimpi2ku kepadamu Jika aku bersedia menemanimu menua bersama Ketika aku selalu rindu kepadamu bahkan ketika kita berpelukan Ketika aku mulai merutuk detik yang bergegas dan membuat kita bercerita lewat kata Jika aku lebih menyukai kita daripada aku ataupun kamu Jika ini cinta, kamu tahu jawabanku, bukan?

denganmu...

malam ini kita saling memeluk dalam senyum kita saling bercinta dalam kata pagi ini kita terbangun dengan tawa kembali bercumbu bersama mentari akan kulukis wajahmu dalam ingatanku ketika rindu menghampiri hadirmu tak kan pernah meninggalkan

c o n f e s s i o n

Hai Sayang jika kamu adalah jawaban dari semua doa kamu harus tahu  bahagiaku lebih dari senyum yang selalu ku beri bahwa  syukurku tak kan pernah berhenti terucap jika kamu adalah hangat mentari  aku takkan menyesal menggigil kemarin malam jika kamu adalah senyumku  aku takkan menyesal kehabisan nafas karena menangis jika lelah perjalanan lalu begitu menyesakkan jika masa lalu begitu menyakitkan detik ini aku begitu berterimakasih sayang berterimakasih kepada mereka yang menitipkan kepedihan tangis kepadaku segalanya membawaku kepadamu Sayang untuk waktu-waktu yang pernah kita peluk untuk waktu-waktu yang tersia-siakan untuk masa-masa mendatang untuk detik-detik setelah besok kamu tahu? aku tidak akan melepaskan tanganmu tidak akan berhenti meberikan senyumku padamu karena sebelas tahun terlalu lama untukku menunggu Hai sayang aku disni disampingmu semampuku sekuatku menemanimu Dear you R

Merci R

Tidak ada yang pernah benar-benar hilang Hanya bersembunyi untuk ditemukan waktu Puluhan tahun yang ku punya Telah menjadi jejak menuju titik yang kita rahasiakan Untuk detik ini Kau akan tahu artinya tahun-tahun yang aku rahasiakan Kau akan mengerti arti diam ku Untuk menit ini Aku benar-benar tahu arti indah tatapanmu Aku benar-benar menyukai senyum matamu Untuk hari ini Kita buka smua kunci rahasia langkah-langkah di ujung senja Saling bersandar dan bercerita Saling membagi senyum diatas rasa yang sama Untuk masa yang teringkari Biarkan tangan ini menggenggam sebentar Hingga matahari menjemput pagi

Arc en ciel

Menggapai batas yang tak bertemu Berlari mengejar bayangan di sudut senja Mengendap di sisi gelap yang menyejukkan Berteduh tenang dengan tatapmu Bukankah pelangi indah karena beda Warna warni bertemu di ujung lautan Menyatu di semesta tanpa kita tahu Sayang, Kita ada di pijakan yang tak menyembah pelangi untuk bahagia Kita tersenyum di bawah langit senja itu Hujan di senja pertamaku Namun tak ada pelangi yang melengkung Tak ada ujung di pelangi semesta ini Adakah mereka bertemu di ujung laut lainnya? Atau ijinkan aku melihatnya menyatu mengindahkan semesta ini Bukan kali ini Di lain waktu di sebuah hati Aku pastikan garis itu bertemu.

selamat bertambah cantik Ibu Suri

Selamat pagi Mama Jemari yang menari di atas hamparan huruf ini membuat mataku berkabut Ma, selalu begitu Nama mu membawa haru yang tak bisa di pungkiri, tak bisa dielakkan. Beginilah cinta kepada orang tua Bebas tanpa ikatan tanpa akhir kau lah satu yang tidak akan membuangku karena kekuranganku karena kesalahanku Mama hanya di pelukmu takut akan menghilang cemas akan memudar gelisah segera pergi mimpi berselimut senyum Mama kaulah syukur atas hidupku nafas dari tawa dan tangisku untukmu Mama seluruh perjalanan hidup seluruh keringat dan air mata seluruh bangga dan hormat kami disanalah di bawah telapak kakimu ma, tempat kami berbahagia Selamat ulang tahun ke 58  wanita paling berharga untuk hidup kami wanita terhebat wanita tercantik wanita terkuat di dunia Bahagia selalu untukmu  Mama peluk dan cium dari kami yang begitu mencintaimu

Farewell

Dan di sinilah kita berdiri Di garis waktu Yang tak mau menyatu Di batas rasa Yang tau mau bicara Selamanya kita disini Saling menatap pada dinding rindu Tak menghangatkan Pada detak hentian langkah Hanya meraba pada masa bercahaya Di batas abu-abu Kau yang tersayang Yang perlahan terhapus jejak senyumnya Hingga akhirnya Aku menggenggam rintik hujan Melupakan kelabu yg kau beri.

Sebelum tidur

Aku nyaris tertidur Senyummu menyergap kenangan Sentuhanmu membawa dinginnya malam ke balik selimut Kecupmu membuat malam lebih panjang untuk dinikmati, Kepadamu Aku kembalikan kenangan kita. Ku izinkan kau membawa mereka pergi Atau sekedar terlepas bebas di udara Aku tak akan mengurungmu di kepalaku lebih lama. Aku Juga perlu bahagia ... Tanpa Kamu.

Dance in pouring rain...

Kami menyukai derasnya hujan Kami tertawa di bawah panasnya matahari Kami juga memaknai ribuan tetes hujan Dengan sisa kenangan yang tersisa Bahkan kami tertawa Bernafaskan debu sepanjang perjalanan Yaa... kami menikmati setiap detik waktu berjalan Setiap detik, menit, kami berbagi helaan tawa Sejauh kaki melangkah Tangan saling bertaut, Bersama memeluk waktu Aku menyebutnya s a h a b a t

29

Kau kekuatanku Tanpa kau sadari Kau selalu kutunggu Tanpa pernah tau keberadaanku Aku memujamu Meskipun kau selalu mencuri setiap titik usiaku Aku menghitung langkah-langkahku Untuk bisa bertemu denganmu Untuk bisa memilikimu hanya untukku Dan ketika saat itu tiba, Akulah yang paling berbahagia di dunia ini Aku berbagi segala cinta bahagia Pertemuan kita Akan selalu dipenuhi sukacita, kisah yang tak pernah habis Akan selalu ada kedewasaan yang mengiringi Akan selalu ada bait doa yang terlantun Maret Hingga kau habiskan langkahku Hingga kau datang menjemput keabadianku... Aku akan tetap memujamu

a cup of rain

gerimis berlarian berkejaran di atas lapis tubuhku meleleh di antara rimbunnya rindu rintik selalu mampu membuatku tertarik paksa tanpa bantahan kembali menyelam ke masa itu matamu yang selalu menancap kuat di ingatanku bisik desah suaramu tak mau beranjak dari ingatanku ada senyum yang tergores dan tentu saja torehan kecewa tak bisa kau tatap terus saja kau menari bahagia di ingatanku menebar senyum memikat menjala ribuan rindu tak berkata ayolah... berhenti bersarang manja di hatiku aku tidak membohongi hatiku tapi  garis-garis ini tidak memilih kita untuk mereka ikat jalan ini tidak menuju pada ruang yang terang bukankah sudah kau lihat ego kita terlalu sesat untuk sekedar saling berbagi aku selalu mencintai hujan ini dinginnya selalu tepat dihidangkan dengan kenangan kita aku tidak pernah menolak menari di bawahnya hingga lelah berselimut mimpi d ii a n

Untukmu R

Menari kecil di atas trotoar dingin malam itu ketika kamu menggenggam kaku jemariku Menghangatkan malam dengan hembusan nafasmu bercerita Lantunan doa jenaka yang kamu tulis pada buku yang tak pernah tampak cerita yang bukan tentang rasa hanya tentang jalan yang kita lalui hingga pertemuan hari ini U ntukmu R senyum manis di sudut senja  ketika kita mengabadikan mentari di akhir hari genggaman tanganmu menuruni  tangga pasir angin meniup cerita yang tak pernah tertulis untukmu R rasa yang selalu malu untuk menunjukkan diri rasa yang bernyanyi sejak ribuan hari tak  terdengar, kita yang tercetak pada garis-garis khayal pada dimensi yang tak bersentuhan   *bukan edisi valentine Best Regards d ii a n  

destiny

Menunggumu adalah jalanku bernafas menantimu menggenggam jabat tanganku Menunggumu adalah caraku mencintai kesepianku memelukmu dalam mimpi panjang yang belum berujung Menunggumu adalah kebangganku mencumbu malam menyusuri gelap dengan lentera harap Menantimu memberi kekuatan untuk bermimpi bahwa aku juga akan bahagia 31 Oktober 2012 d ii a n

Bukan kita

Berdiri sendiri di atas langit yang sama dengan menegarkan hati berjalan, merangkak, sesekali menengadah Kau lihat ribuan bintang di atas sana? Aku yakin kau juga melihatnya karena kita berpijak di tanah yang sama. Perlahan menutup mata jemari menari di udara kosong telunjuk menelusuri mata, hidung, bibir, menggenggam jemari, memeluk hangatmu di atas udara tak berbentuk. Adakah mereka menyebut kisah ini takdir? Jalan panjang yang singgah di dalam peluk hangatmu Langkah rapuh yang kau genggam dengan tangan besarmu Dalam dingin malam nanar menatap garis rahangmu kau menoleh kemudian tersenyum Ada kecupan hangat menari di atas tangan beku dingin Biarkan mimpi ini untuk sesaat Izinkan untuk ego ini menggeliat bebas lebih lama lagi Tolong jangan terbangun Ada ribuㅁan kilometer yang memisahkan kehidupan dua wujud yang tidak akan pernah sama Manusia bodoh yang berlutut di hadapan tingginya kebebasan sebatang pohon Terkadang membawa kesejukan terkadang angkuh ta...